Bukan merah, buah kopi di Garut ini justru berwarna kuning saat matang
Yellow Bourbon dari kebun keluarga di Mandalagiri ditanam di ketinggian 1.500–1.600 mdpl dan diolah Classic Natural menjadi kopi Cing Cangkeling.
Senin, 21 September 2026 pukul 15.31 WIB·1 menit baca·Sumber: Kompas.com

Buah kopi umumnya memerah ketika matang. Di Mandalagiri, Garut, Jawa Barat, varietas Yellow Bourbon justru berubah kuning keemasan. Varietas itu dipakai untuk kopi single origin Cing Cangkeling yang diluncurkan Roemah Koffie.
“Berbeda dari kebanyakan varietas kopi yang menghasilkan buah berwarna merah ketika matang, Yellow Bourbon memiliki buah yang berubah menjadi kuning saat matang,” dikutip dari siaran resmi Roemah Koffie, Jumat, 21 September 2026.
World Coffee Research mencatat Bourbon sebagai kelompok penting secara genetik dan budaya dalam Arabika, dengan potensi cita rasa tinggi di dataran tinggi. Cing Cangkeling ditanam pada ketinggian sekitar 1.500–1.600 meter di atas permukaan laut dan diolah metode Classic Natural. Karakter rasanya fruity dan juicy dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Kopi dikembangkan dari kebun keluarga petani di Mandalagiri. Pemilik kebun, Roby Siswanda, mempelajari pengolahan secara mandiri, termasuk metode Red Anaerob dan Classic Natural. “Bagi keluarga kami, kebun ini telah menjadi bagian dari perjalanan yang panjang. Senang rasanya bisa bertemu dengan Roemah Koffie karena perjalanan panjang kopi ini sekarang dapat dikenal lebih luas,” ujar Roby.