11 ABK Garut Masih Hilang dalam Tragedi KMP Virgo 8, Duka dan Ketidakpastian di Situsaeur
GOSIPGARUT.ID — Ketidakpastian masih menggelayuti Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Sepuluh hari pascatenggelamnya KMP Virgo 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, nasib 11 anak buah kapal (ABK) asal desa maritim ini belum diketahui. Dari
Rabu, 23 September 2026 pukul 16.52 WIB·1 menit baca·Sumber: Gosip Garut·Kabar langsung

GOSIPGARUT.ID — Ketidakpastian masih menggelayuti Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Sepuluh hari pascatenggelamnya KMP Virgo 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, nasib 11 anak buah kapal (ABK) asal desa maritim ini belum diketahui. Dari posko darurat, keluarga korban terus menanti kabar di tengah rasa cemas yang berkepanjangan.
Data Pemerintah Desa Situsaeur per 20 September 2026 mencatat, dari belasan warga yang bekerja di kapal nahas tersebut, 10 orang berhasil selamat dan dipulangkan. Dua ABK dikonfirmasi meninggal dunia—Erik Maosul Arif dan Risyan Kurnia Putra—sementara 11 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Tragedi ini menghantam keras struktur sosial warga. Banyak ABK yang melaut memiliki ikatan darah erat, mulai dari hubungan ayah-anak, kakak-adik, hingga pengurus desa. Kepala Desa Situsaeur, Agus Mulyadi, bahkan kehilangan dua adik kandungnya, Usep (52) dan Nurdin (56), serta seorang keponakan bernama Iyus.
”Mereka bukan sekadar warga, tapi keluarga saya. Dua adik laki-laki saya sampai sekarang belum ditemukan,” kata Agus saat ditemui di Posko Korban Kapal Tenggelam, Kampung Panyingkiran, Selasa, 22 September 2026.
Kedua adik Agus sempat pulang ke Garut untuk melayat kematian ayah mereka. Usai tahlilan hari ketujuh, Agus meminta keduanya kembali bekerja. “Saya minta mereka berangkat karena urusan almarhum Bapak sudah selesai. Tidak menyangka, itu jadi pertemuan terakhir kami,” tuturnya.