Akses Sarjana Masih Langka, Bupati Garut Sentil Mahasiswa Baru Uniga
GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut menyoroti masih minimnya warga lokal yang berhasil menembus jenjang perguruan tinggi. Bupati Abdusy Syakur Amin meminta mahasiswa baru Universitas Garut (Uniga) tidak menyia-nyiakan kesempatan berkuliah dan tak sekadar berburu ijazah.
Rabu, 23 September 2026 pukul 11.35 WIB·1 menit baca·Sumber: Gosip Garut·Kabar langsung

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut menyoroti masih minimnya warga lokal yang berhasil menembus jenjang perguruan tinggi. Bupati Abdusy Syakur Amin meminta mahasiswa baru Universitas Garut (Uniga) tidak menyia-nyiakan kesempatan berkuliah dan tak sekadar berburu ijazah.
Sentilan itu disampaikan Syakur dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Uniga pada Rabu, 23 September 2026. Mantan Rektor Uniga tersebut menegaskan, dari jutaan warga Garut, bangku kuliah masih menjadi barang mewah yang hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas, baik dalam bidang pendidikan, pengetahuan, keterampilan maupun sikap,” kata Syakur di kampus Uniga.
Menurut Syakur, lulusan perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral untuk mendongkrak perekonomian daerah. Keterampilan dan pengetahuan yang didapat di kampus harus berdampak langsung pada produktivitas masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menjawab terbatasnya angka partisipasi pendidikan tinggi, Pemerintah Kabupaten Garut mengandalkan skema bantuan pendidikan “Satu Desa Satu Sarjana”. Program ini disiapkan untuk memangkas ketimpangan akses pendidikan di wilayah pelosok.