Beranda/Tokoh

Tokoh

Mengenal 6 Tokoh Kebanggaan Garut yang Berjasa dalam Mengukir Sejarah Pendidikan Bangsa

Bukan hanya dikenal dengan keindahan alamnya, Kabupaten Garut juga merupakan "lumbung" bagi lahirnya para intelektual dan pejuang pendidikan yang kiprahnya diak...

Selasa, 25 November 2025 pukul 14.07 WIB·2 menit baca·Sumber: Infogarut·Kabar langsung

Bagikan
Mengenal 6 Tokoh Kebanggaan Garut yang Berjasa dalam Mengukir Sejarah Pendidikan Bangsa
Foto dilansir Infogarut. — Infogarut

Bukan hanya dikenal dengan keindahan alamnya, Kabupaten Garut juga merupakan "lumbung" bagi lahirnya para intelektual dan pejuang pendidikan yang kiprahnya diakui hingga ke kancah nasional. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mendirikan institusi penting yang menjadi pilar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berikut lima tokoh utama asal Garut yang dedikasinya tak terhingga dalam dunia pendidikan:

RA Lasminingrat dikenang sebagai Srikandi pendidikan dari Garut dan Priangan. Pada masa kolonial, ia mendirikan Sakola Kautamaan Istri Lasminingrat di Garut. Sekolah ini tidak hanya menjadi wadah bagi anak-anak gadis sanak keluarga, tetapi berkembang pesat hingga mencapai 200 murid.

Inisiatifnya sangat visioner, berhasil mendapatkan pengesahan dari Pemerintah Belanda, yang kemudian menginspirasi berdirinya sekolah-sekolah sejenis di berbagai daerah. Lasminingrat adalah bukti bahwa kesetaraan dan peningkatan kualitas perempuan telah diperjuangkan sejak dini di Garut.

Ulama terkemuka dan guru besar asal Desa Ciledug, Garut ini, adalah tokoh sentral dalam pendidikan Islam modern. Pada tahun 1953, KH. Anwar Musaddad menerima mandat penting dari Menteri Agama untuk mendirikan PTAIN Yogyakarta (cikal bakal IAIN). Beliau kemudian diangkat menjadi Guru Besar bidang Ushuluddin.

Obsesi beliau adalah "mengulamakan intelektual dan mengintelektualkan ulama." Untuk mencapai tujuan tersebut, Kiai Anwar merintis dan mengembangkan Sekolah Persiapan IAIN di berbagai wilayah seperti Garut, Cipasung, Tasikmalaya, Bogor, dan Bandung, guna memperkuat basis sumber daya manusia Islam yang mumpuni.

HM Djamhari adalah tokoh pergerakan di Garut yang memiliki peran besar dalam pendirian sekolah berbasis rakyat. Bersama rekan-rekan dari Sarekat Islam (SI), ia mendirikan Holland Inlandsche School Broderschap (Sekolah Persaudaraan).

Tidak berhenti di situ, beliau juga merintis dan mengembangkan Sekolah Budi Priayi. Puncaknya, pada tahun 1918, beliau merintis Madrasah Muhammadiyah Lio, yang diakui sebagai madrasah modern pertama di wilayah Priangan, menunjukkan visinya dalam memadukan pendidikan umum dan agama.