Disparbud Garut Menyiapkan Paket Perjalanan untuk Dongkrak Wisata Religi
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat terus mengoptimalkan pemasaran salah satunya menyiapkan paket perjalanan untuk ...
Rabu, 23 September 2026 pukul 22.01 WIB·1 menit baca·Sumber: ANTARA News Jawa Barat·Kabar langsung

Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat terus mengoptimalkan pemasaran salah satunya menyiapkan paket perjalanan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke objek wisata religi dan lainnya yang selama ini tersebar di sejumlah daerah.
"Pendekatannya adalah membuat wisata religi tidak berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari paket perjalanan yang menggabungkan sejarah, budaya, kuliner, dan destinasi wisata lainnya di Garut," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Disparbud Kabupaten Garut, Aam Pathulloh di Garut, Rabu.
Ia menuturkan, wisata religi di Kabupaten Garut memiliki potensi yang cukup besar karena didukung oleh keberadaan beberapa masjid bersejarah, makam tokoh agama, dan tokoh sejarah, serta tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Sejumlah destinasi wisata religi yang memiliki daya tarik, kata dia, di antaranya makam ulama dan penyebar agama Islam seperti Makam Godog, Makam Syekh Jafar Sidiq di kawasan Gunung Haruman, Makam Pangeran Papak di Cinunuk, dan lainnya.
Selanjutnya, kata dia, ada bangunan bersejarah yang kuat dengan nilai Islam yakni kawasan Masjid Agung Garut, Masjid Cipari, Makam Mbah Dalem Arif Muhammad di kawasan wisata Situ Cangkuang.
"Beberapa lokasi memang memiliki aktivitas ziarah yang cukup tinggi, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti haul, hari besar keagamaan, dan momentum libur," katanya.
Ia menyampaikan, promosi untuk mengembangkan potensi wisata religi saat ini dikemas melalui media sosial, publikasi digital, menyelenggarakan kegiatan budaya, dan keagamaan.
Selain memanfaatkan media, lanjut dia, pihaknya berkolaborasi dengan komunitas, pengelola destinasi wisata religi, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha perjalanan wisata.